Langsung ke konten utama

Unggulan

PAK MUJUD, ARUM MANIS DAN REBAB

  Berjumpa dengan Pak Mujud yang sangat ramah di suatu siang di Malang. Saya melihat pak Mujud dari kejauhan berjalan kaki membawa jualan dalam kotak kaleng berwarna biru sambil menggesek rebab. Buat saya yang belum lama di kota Malang tertarik dengan apa sebenarnya yang beliau jual. Oleh rekan - rekan yang saat itu bersama saya menyampaikan bahwa itu adalah penjual arum manis, kuliner khas kota Malang. Kami mengajak pak Mujud ngobrol sebentar sambil mengambil foto sekaligus rekan - rekan saya yang asli ataupun sudah lama di Malang bernostalgia. Pak Mujud kelahiran Lamongan, kecamatan Laren, sudah berjualan arum manis  sejak masih muda. Dan sudah berjualan di beberapa daerah seperti Lombok, Lampung kalau tidak salah ke Papua juga. Apakah di luar Malang berjualan dengan menggunakan rebab juga ? tidak sempat saya tanyakan. Jualan arum manis sepertinya sudah menjadi pekerjaan utamanya. Luar biasa mempertahankan satu pekerjaan dengan metode tradisional sementara harus bersaing den...

PASAR KUDA TOLO JENEPONTO

 


Saya menuju Jeneponto setelah menginap semalam di Malino. Setelah melewati bendungan Bili - Bili google map mengarahkan ke jalan perbukitan. Untuk melewati jalur ini sebaiknya memastikan lebih dahulu kondisi kendaraan yang digunakan karena ada beberapa lokasi pendakian curam juga disertai dengan jalan berkerikil dan rusak. 

Setelah beberapa jam saya tiba di Pasar Kuda Tolo - Jeneponto. Saya tiba kurang dari beberapa menit pukul 12.00. Walau demikian saya tetap bersyukur dapat melihat kuda dalam jumlah banyak  berada di satu tempat yang disebut pasar kuda. 

Pasar Kuda Tolo menurut informasi dilaksanakan setiap hari Sabtu setiap minggu. Mulai pagi hari sampai pukul 13.00. Setelah pukul 12.00 para penjual kuda akan membawa kuda mereka masing - masing ke mobil angkutan untuk dibawa kembali ke tempat mereka lalu akan datang lagi minggu yang akan datang jika masih ingin melakukan penjualan kembali. Mobil yang digunakan adalah sejenis pick up untuk mengangkut 4 - 6 ekor kuda dan ada juga yang menggunakan truck karena bisa mengangkut kuda lebih banyak lagi atau karena berasal dari tempat yang jauh dan rombongannya banyak.

Kuda - kuda berasal dari beberapa tempat yaitu kuda lokal dari Jeneponto, Sumbawa, Flores dan lain - lain. Saya sempat bertanya kepada salah satu penjual tentang harga kuda ia ragu menjawab karena takutnya kalau disebut nanti kemahalan. Tapi ia sempat menyebut angka 30 juta untuk kuda yang ia tawarkan di hari itu dengan tinggi kira - kira 150an cm.Perkiraan saya harganya tergantung penawaran saja. Kuda - kuda yang dijual bukan hanya kuda dewasa ada juga anak kuda dijual. Penjualnya juga bukan hanya orang dewasa anak - anak juga sudah menjual kuda di loaksi ini.

Kondisi pasar di tandai dengan pintu gerbang, ada parkiran di depan pasar dan di tempat lain jadi untuk parkiran kendaraan tidak masalah. Di bagian dalam pasar ada sekitar 5 bangunan beratap untuk tempat berteduh sekaligus tempat mengikat kuda - kuda yang akan di jual. Kotoran kuda ada di semua tempat ya namanya juga pasar kuda. Karena banyak kuda maka suara kuda menjadi hiburan tersendiri di tempat ini mengalahkan bau kotoran kuda.

Menurut informasi pasar kuda ini sudah berusia sekitar seratus tahun atau satu abad  namun ada juga yang menginformasikan bahwa pasar kuda ini diresmikan tahun 1983.Jual beli kuda di kota  Jeneponto yang dijuluki Kota Kuda bisa jadi memang sudah ada sejak dulu paling tidak jejak makanan dengan menu daging kuda adalah makanan atau kuliner khas dari kota Jeneponto yang disebut Gantala Jarang. Gantala Jarang diakui sebagai warisan budaya tak benda sejak tahun 2004. Hal ini menandai bahwa jual beli kuda sudah ada sejak lama bisa saja jejaknya dari kuliner daging kuda yang dimasak dengan masakan Coto, Konro dan lain - lain. Harga daging kuda sekitar Rp. 170.000 perkilogram atau bisa lebih. 



Komentar

Postingan Populer