Berjumpa dengan Pak Mujud yang sangat ramah di suatu siang di Malang. Saya melihat pak Mujud dari kejauhan berjalan kaki membawa jualan dalam kotak kaleng berwarna biru sambil menggesek rebab. Buat saya yang belum lama di kota Malang tertarik dengan apa sebenarnya yang beliau jual. Oleh rekan - rekan yang saat itu bersama saya menyampaikan bahwa itu adalah penjual arum manis, kuliner khas kota Malang. Kami mengajak pak Mujud ngobrol sebentar sambil mengambil foto sekaligus rekan - rekan saya yang asli ataupun sudah lama di Malang bernostalgia. Pak Mujud kelahiran Lamongan, kecamatan Laren, sudah berjualan arum manis sejak masih muda. Dan sudah berjualan di beberapa daerah seperti Lombok, Lampung kalau tidak salah ke Papua juga. Apakah di luar Malang berjualan dengan menggunakan rebab juga ? tidak sempat saya tanyakan. Jualan arum manis sepertinya sudah menjadi pekerjaan utamanya. Luar biasa mempertahankan satu pekerjaan dengan metode tradisional sementara harus bersaing den...
Aek Manigom terletak di Buntu Bartong, Tiga Dolok, Simalungun. Lokasinya berjarak 30 menit dari kota Pematang Siantar atau 2 jam 30 menit dari kota Medan. Lokasi masuk di dalam jalur perjalanan dari Pematang Siantar ke Parapat. Jika menggunakan data google maka kita harus maju lagi dari titik yang tertera di google map sekitar 100 meter di sebelah kiri akan menjumpai jalan di samping gereja. Ada petugas yang akan memberikan karcis masuk sebesar Rp. 5.000. Nampaknya dikelola oleh masyarakat desa. Masuk ke dalam sekitar 100 meter akan menjumpai tempat parkir mobil dan motor. Untuk Mobil Rp. 10.000 perunit. Lalu turun ke bagian bawah tempat pemandian Aek Manigom. Aek Manigom sendiri tidak terlalu luas karena itu mungkin sangat lamban untuk dikembangkan.
Saat musim hujan harus berhati - hati karena jalannya licin walaupun jalan rapih dan sudah dicor. Sekitar pemandian dipenuhi pohon - pohon alami serta sebagian kebun sawit milik rakyat. Ada beberapa warung kecil sederhana sekitar pemandian lumayan bisa minum teh hangat saat kedinginan. Yang kurang dari tempat ini adalah toilet. toiletnya sangat sederhana, gelap dan tidak terawat. Untuk laki - laki toilet seperti ini aman tetapi untuk perempuan saran saya berhati - hati.
Saat hujan air Aek Manigom sangat dingin. Jadi warna biru dari airnya ini sedikit buram karena arus dari atas. Apalagi jika banyak yang berenang maka pasir dibawahnya akan naik ke atas sehingga keruh. Sebaiknya ke tempat ini saat musim panas apalagi jika berminat mengambil foto air yang biru dan jernih sebaiknya datang saat hari panas dan saat tidak hari libur untuk menghindari banyak orang. Sensasi lain dari Aek Manigom adalah bagian bawah air. Pasir di bagian bawah nampaknya membuat air menjadi jernih serta bebatuan sejenis batu gunung di bagian kanan tempat air meluncur dari atas. Di bagian bawah ada rembesan air yang membuat pasir seperti menari karena air yang merembes. Untuk melihat pasir yang menari ini kita harus menyelam untuk melihat dari dekat seperti dalam video berikut. Dari atas kita tidak akan melihat pasir yang menari tersebut.
Komentar
Posting Komentar