Langsung ke konten utama

Unggulan

PAK MUJUD, ARUM MANIS DAN REBAB

  Berjumpa dengan Pak Mujud yang sangat ramah di suatu siang di Malang. Saya melihat pak Mujud dari kejauhan berjalan kaki membawa jualan dalam kotak kaleng berwarna biru sambil menggesek rebab. Buat saya yang belum lama di kota Malang tertarik dengan apa sebenarnya yang beliau jual. Oleh rekan - rekan yang saat itu bersama saya menyampaikan bahwa itu adalah penjual arum manis, kuliner khas kota Malang. Kami mengajak pak Mujud ngobrol sebentar sambil mengambil foto sekaligus rekan - rekan saya yang asli ataupun sudah lama di Malang bernostalgia. Pak Mujud kelahiran Lamongan, kecamatan Laren, sudah berjualan arum manis  sejak masih muda. Dan sudah berjualan di beberapa daerah seperti Lombok, Lampung kalau tidak salah ke Papua juga. Apakah di luar Malang berjualan dengan menggunakan rebab juga ? tidak sempat saya tanyakan. Jualan arum manis sepertinya sudah menjadi pekerjaan utamanya. Luar biasa mempertahankan satu pekerjaan dengan metode tradisional sementara harus bersaing den...

TIPANG, sisi lain danau Toba

 




Desa Tipang terletak di kecamatan Baktiraja, kabupaten Humbang Hasundutan. sekitar 6 jam dari kota Medan dengan mengambil jalur Berastagi. Kali ini buat saya adalah kunjungan kedua, kunjungan pertama hanya singgah sebentar karea ada kegiatan di Dolok Sanggul dan kali ini kunjungan bersama keluarga. 

Di kedua kesempatan ini kami menginap di penginapan Tipang Mas milik keluarga Situmorang. Penginapan ini sendiri menyajikan restoran terapung yang di sekitarnya ada keramba tempat memelihara ikan serta pemandangan danau Toba dari sisi Tipang yang dikelilingi perbukitan hijau. Sejak pagi hingga sore hari dapat dijumpai para pemancing di tempat ini  karena pengelola menyiapkan spot mancing juga. Ikan bakar di tempat ini enak karena masih segar saat diambil untuk dimasak yang disajikan dengan beberapa jenis sambal. 

Sekitar Tipang juga ada persawahan yang hijau dengan suara air menawarkan relaksasi bagi yang mendengarkan. Jika berkunjung ke Tipang cobalah menikmati suasana pagi, suara burung, ayam berkokok masih dapat kita dengar. Kunjungan pertama hawanya tidak dingin namun dikunjungan kedua ini lumayan dingin dan berangin. Jadi sebaiknya jika ke tempat ini harus menyiapkan baju hangat juga.

Selain menikmati pagi di Tipang kami bergeser ke desa di sebelahnya yaitu  Marbun Toruan untuk menikmati Air Terjun  Sampuran Janji. Kata "sampuran" dalam bahasa batak toba berarti air terjun. Kata "janji" sendiri dalam cerita rakyatnya yang mungkin beragam versi dikaitkan dengan kisah  bahwa di air terjun ini para raja batak sering mengucap janji satu dengan yang lain termasuk Sisingamangaraja. Jika memang benar bahwa lokasi air terjun ini adalah tempat perjanjian para raja maka air terjun ini menempati posisi penting dalam perkembangan masyarakata batak khususnya di seputaran danau Toba.

Kita boleh menikmati air terjun yang tingginya diperkirakan sekitar 50 meter ini di tempat yang disediakan. Saat kami kunjungi dengan debit air yang banyak sangat tidak mungkin kita mandi langsung di bawah air terjunnya.

Di tempat ini keletihan  perjalanan 6 jam dari kota Medan pasti akan segera hilang berganti kesegaran. Disegarkan oleh pemandangan yang berbeda dibandingkan dengan tempat lain di seputaran danau Toba serta hawa sejuk di wilayah ini yang membuat betah. Karena waktu yang terbatas kami segera meninggalkan tempat ini walaupun masih ada beberapa hal dapat dikunjungi yaitu peninggalan sejarah baik patung serta lingkungan pedesaan yang cukup tua namun terpelihara belum kami kunjungi.




Komentar